Selasa, 20 Oktober 2015

PENGGUNAAN METODE PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN
 IPS MATERI JENIS-JENIS UANG SISWA KELAS III
SEMESTER II DI MI MUHAMMADIYAH
WONOREJO TLOGOWUNGU PATI
TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015

NURUL FAIMALA
NIM 822342475
Alamat Email : nurulfaimala92@gmail.com


ABSTRAK

Peningkatan ini dilatar belakangi oleh adanya temuan yaitu siswa kelas III MI Muhammadiyah Wonorejo ketika diadakan pembelajaran IPS materi Jenis-Jenis Uang sejumlah 65% siswa belum dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal(KKM) atau 35% siswa yang sudah mencapai KKM. Sehingga dikategorikan buruk. Disamping rendahnya belajar, kualitas proses pembelajaran juga belum baik. Perbaikan proses pembelajaran juga perlu dilakukan agar kompetensi siswa dapat ditingkatkan. Oleh karena tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan materi Jenis-Jenis Uang melalui metode Picture and Picture. Kerangka berfikir yang diajukan adalah bahwa jika guru kelas III MI Muhammadiyah Wonorejo memanfaatkan media gambar dan realita sebagai bahan praktikum dengan metode Picture and Picture pada pembelajaran IPS akan meningkat. Sedangkan pelaksanaan  siklus I  pada tanggal 18 Februari 2015, untuk perbaikan siklus II pada tanggal 25 Februari 2015, dan siklus III pad tanggal 04 April 2015.Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan pada siswa kelas III MI Muammadiyah Wonorejo. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan metode Picture and Picture dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS materi jenis-jenis uang pada siswa kelas III MI Muhammadiyah Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pati pada semester II tahun pelajaran 2015/2016.


Kata kunci: hasil belajar : Picture and Picture: IPS




BAB I
PENDAHULUAN
A.          Latar Belakang masalah
                     Proses pembelajaran yang dilaksanakan guru di dalam kelas kadang-kadang membuat guru kaku terutama dalam memilih satu atau metode pembelajaran, dan mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang memungkinkan murid belajar secara efektif dan efisien adalah metode pembelajaran picture and picture. Dengan metode pembelajaran picture and picture seperti diuraikan di atas dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan melalui penyelenggaraan proses pembelajaran yang berkualitas.
.                       Hasil belajar pada Murid Kelas III MI Muhammadiyah Wonorejo Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati memerlukan penanganan yang segera. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan inovasi di bidang pembelajaran.
Berdasarkan hasil belajar dan observasi, bahwa dalam pembelajaran khususnya untuk materi tentang jenis-jenis uang pada sekolah tersebut tidak menggunakan metode pembelajaran picture and picture, hanya menggunakana metode ceramah karena belum mampu untuk menerapkannya dalam proses pembelajaran, dilain pihak banyak siswa  yang sudah bosan dengan metode ceramah sehingga  menyebabkan rendahnya hasil belajar murid.
1.    Identifikasi Masalah
a)   Dalam pelaksaan proses pembelajaran tampak kurang interaktif, aktivitas cenderung terpusat pada guru.
b)   Pelaksanaan pembelajaran terkesan membosankan.
c)   Hasil nilai ulangan harian siswa jelek, yaitu hanya sekitar 40 % saja siswa yang dapat mencapai KKM, sedangkan 60 % yang lainnya belum mencapai nilai sesuai KKM.
2.   Analisis Masalah
a)   Dalam mengajar guru terlalu banyak melakukan metode ceramah.
b)   Siswa kurang memahami konsep tentang jenis - jenis uang.
c)   Guru tidak melibatkan siswa ketika menjelaskan materi.
d)   Guru kurang memberikan kesempatan bertanya kepada siswa.
e)   Guru tidak memberikan contoh yang memadai.
3.    Alternatif dan Priorotas Pemecahan Masalah:
a)     Menggunakan metode yang sesuai dengan karakteristik siswa
b)     Menggunakan media dan alat peraga yang sesuai dengan materi pelajaran
c)     Guru memberikan motovasi dan menumbuhkan minat siswa
d)     Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan memberikan cukup waktu kepada siswa
          Sebagai priorotas pemecahan masalah tersebut penulis menggunakan metode picture and picture untuk perbaikan pembelajaran siswa.
B.     Rumusan Masalah
1.  Apakah penggunaan metode picture and picture dapat  meningkatkan hasil belajar IPS materi jenis-jenis uang kelas III di MI Muhammadiyah Wonorejo Tlogowungu Pati tahun pelajaran 2014/ 2015?
2.  Bagaimana cara mengetahui keefektifan metode picture and picture dapat  meningkatkan hasil belajar IPS materi jenis-jenis uang kelas III di MI Muhammadiyah Wonorejo Tlogowungu Pati tahun pelajaran 2014/ 2015?
C.     Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
1.  Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS materi  jenis-jenis uang kelas III MI Muhammadiyah Wonorejo  Tlogowungu Pati melalui  Metode Picture and Picture.
2.  Untuk mengetahui keefektifan penggunaan metode picture and picture dalam meningkatkan hasil belajar IPS materi jenis-jenis uang kelas III di MI Muhammadiyah Wonorejo Tlogowungu Pati tahun pelajaran 2014/ 2015?

F.      Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
1.       Bagi siswa :
a)   Meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa sekaligis sebagai motivasi bagi siswa sehingga proses pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan
b)  Meningkatnya prestasi belajar siswa yang ditandai dari peningkatan prosentase jumlah siswa yang memperoleh nilai KKM
2.       Manfaat bagi Guru
a)   Guru dapat menerapkan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran dan prestasi belajar siswa
b)  Guru dapat mengembangkan metode dan model pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan
c)   Guru dapat meningkatkan profesionalisme melalui penelitian tindakan kelas.
3.       Manfaat bagi sekolah
a)   Meningkatnya kualitas pembelajaran ( KBM ) yang dilaksanakan di sekolah
b)  Meningkatnya kompetensi siswa dan prestasi bagi sekolah
c)   Meningkatnya profesionalisme guru sekaligus memberikan sumbangan pemikiran bagi dunia pendidikan ditingkat SD
d)  Model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.         Pengertian Motode  Picture and Picture
          Metode picture and picture merupakan salah satu dari sekian banyak metode pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media yang dapat diperoleh dari sumber buku, majalah, internet dan foto sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.   


         1.  Langkah-Langkah Model Pembelajaran Picture and Picture
              Adapun langkah langkah penggunaan metode pembelajaran picture and picture dapat diuraikan sebagai berikut :
a)       Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
b)      Guru menyajikan informasi materi pembelajaran sebagai pengantar
c)       Guru menunjukkan/ memperlihatkan gambar gambar berkaitan dengan materi pembelajaran
d)      Guru menunjuk/ memanggil siswa secara bergantian memasang gambar menjadi urutan yang logis
e)       Guru menanyakan alasan/ dasar pemikiran gambar tersebut
f)       Dari alasan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/ materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
         2.  Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran Picture and Picture
              a)    Kelebihan metode pembelajaran picture and picture
1)       Dapat memperbesar perhatian dan motivasi siswa terhadap materi yang dipelajari
2)       Penggunaan media gambar dapat mengurangi verbalisme, gambar/foto yang diperoleh melalui internet memberikan pengalaman belajar lebih bermakna dan menyenangkan yang sulit diperoleh dari sumber lain serta dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu
3)       Dengan megamati gambar mendorong siswa berpikir secara logis sistematis
4)       Melatih keberanian siswa mengemukakan pendapat dan menanamkan nilai nilai kebersamaan dalam kelompok.
              b)    Kekurangan metode pembelajaran picture and picture
1)       Tidak semua siswa mampu memahami gambar.
2)       Tidak semua sekolah memiliki ruang multi media/ internet sebagai media untuk memperoleh gambar/ foto berhubungan dengan materi.  
3.  Media Gambar
                        Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses penyampaian informasi ( AECT , 2007 : 19). Pemilihan dan Penggunaan gambar yang berurutan yang penulis gunakan sebagai media berdasarkan alasan karakteristik materi yang membutuhkan penjelasan kronologis dari peristiwa sejarah.
B.     Pengertian Hasil Belajar
         1.  Pengertian Hasil Belajar
                        Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Nana Sudjana ( 2009: 3 ) mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotork. Dimyati dan Mudjiaono ( 2006: 34 ) juga menyebutkan hasil belajar merupakan hsail suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar.
         2.  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
                        Menurut Depdikbud ( 1997:149 ) ada dua faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu :
a)       Faktor Intern ( faktor yang ada dalam diri individu )
                     Faktor dari dalam diri siswa berpengaruh terhadap hasil belajar diantaranya adalah kecakapan, minat, bakat, usaha, motivasi, perhatian, kelemahan dan kesehatan serta kebiasaan siswa yang dilakukannya merupakan kebutuhan dirinya.
b)      Faktor Ekstern ( faktor yang ada diluar diri individu )
Faktor ini meliputi lingkungan fisik dan non fisik ( termasuk suasana kelas dalam belajar, seperti riang gembira dan menyenangkan, lingkungan sosial budaya, lingkungan keluarga, program sekolah, guru, pelaksana pembelajaran, dan teman sekolah.
C.      IPS
                     Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan bidang studi baru karena baru dikenal sejak dibelakukan kurilkulum 1975. Dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial terdapat beberapa istilah seperti Ilmu Sosial ( sosial sciences , Studi Sosial ( social studies ), dan IPS. Achmad Sanusi ( Hidayati, 2004: 5 ) memberikan batasan tentang Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai berikut “ Ilmu sosial terdiri dari disiplin-disiplin ilmu pengetahuan sosial yang bertaraf akademis dan biasanya dipelajari pada tingkat perguruan tinggi yang makin lanjut dan makin ilmiah “
                     Keberhasilan pembelajaran tentang konsep dan jenis – jenis uang dan kegunaannya sangat di tentukan oleh beberapa variable, seperti teknik penyampaian (metode), media pembelajaran serta teknik penilaian yang digunakan. Oleh karena itu materi yang disampaikan oleh penulis untuk meningkatkan pemahaman siswa sebesar 12,3% atau yang semula hanya 27 siswa yang memahami materi ketika penulis menggunakan metode ceramah. Setelah mengganti metode tersebut dengan metode pengguaan alat peraga, maka pemahaman siswa meningkat menjadi 10 siswa dari jumlah 15 siswa yang ada di kelas III MI Muhammadiyah Wonorejo
1.   Tujuan Mata Pelajaran IPS
         Mata pelajaran IPS bertujuan agar siswa :
a)     Mempersiapkan untuk studi lanjut dibidang mata pelajaran seperti sejarah, geografi, ekonomi, dan antropologi budaya.
b)     Mendidik kewarganegaraan yang baik. Dalam konteks budaya melalui pengolahan secara ilmiah dn psikologi yang tepat
c)     Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan sosial.
d)     Membangun komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan
e)     Meningkatkan kemampuan bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, baik secara nasional maupun global.
2.   Ruang Lingkup Mata Pelajaran IPS
Rudy Gunawan ( 2011: 39 ) menyebutkan ruang lingkup mata pelajaran
IPS meliputi aspek-aspek sebagai berikut :
a)   Manusia, tempat dan lingkungan
b)   Waktu, keberlanjutan dan perubahan
c)   Sistem sosial dan budaya
d)   Perilaku ekonomi dan kesejahteraan
e)   Substansi materi ilmu-ilmu sosial yang bersentuhan dengan masyarakat
f)    Gejala, masalah, dan peristiwa sosial tentang kehidupan masyarakat
3.  Materi Jenis-Jenis Uang
  a) Pengertian Materi
                               Materi adalah setiap objek atau bahan yang membutuhkan ruang, yang jumlahnya diukur oleh suatu sifat yang disebut massa. Secara umum materi dapat juga didefinisikan sebagai sesuatu yang memiliki massa dan menempati volume.
                   (http://id.wikipedia.org/wiki/Materi)
  b) Pengertian Uang
                            Uang diciptakan untuk memperlancar kegiatan transaksi ekonomi. Dalam perekonomian, uang merupakan benda yang disetujui atau disepakati oleh para pelaku perekonomian sebagai media untuk melakukan transaksi jual beli atau perdagangan. Secara Sederhana uang dapat didefinisikan sebagai alat untuk mempermudah pertukaran (money was made to facility business transaction), yang secara umum dapat diterima dalam transaksi pembelian barang dan jasa atau untuk pembayaran utang.
                            Beberapa ahli ekonomi mendefinisikan tentang uang sebagai berikut.
1)  Robertson, uang adalah sesuatu yang umum atau luas dapat diterima untuk transaksi pembayaran barang-barang.
2)  Albert Gailort Hart, uang adalah kekayaan yang oleh pemiliknya dapat digunakan untuk transaksi membayar sejumlah utang dengan segera dan tanpa menunda.
              c)  Jenis-Jenis Uang
                               Jenis uang yang banyak digunakan dalam perekonomian dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu:
1)     Uang kartal yaitu uang kertas dan uang logam yang diciptakan oleh Bank Central. Di Indonesia yang berhak menciptakan uang kartal adalah Bank Indonesia. Uang kartal merupakan alat pembayaran yang sah dalam melakukan transaksi ekonomi. Jadi masyarakat wajib menerima pembayaran jika transaksi menggunakan uang kartal.
2)     Uang giral atau uang bank yaitu uang yang diciptakan oleh bank-bank umum atau bank perdagangan. Yang termasuk dalam uang giral misalnya traveleer’s check, rekening giro, rekening cek , Rekening deposito. Uang giral sewaktu-waktu dapat digunakan untuk melakukan pembayaran. Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Jadi masyarakat dapat menolak jika transaksi dibayar dengan uang giral.
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A.      Subjek Tempat dan Waktu Penelitian
1.  Subjek Penelitian
                        Dalam Penelitian ini yang penulis jadikan subjek adalah siswa kelas III MI Muhammadiyah Wonorejo. Adapun jumlah siswa kelas III adalah 14 siswa. Terdiri dari 11 laki-laki dan 3 perempuan.
         2.  Tempat Penelitian.
                        Tempat atau lokasi penelitian di laksanakan di Kelas III MI Muhammadiyah Wonorejo, yang beralamat di Jl. Nusa Indah Wonorejo Tlogowungu Pati.
3.  Waktu Penelitian
Tabel 3.1
Jadwal PelaksanaanPenelitian
No
Siklus
SD/Kelas
Hari/Tanggal
Waktu
1.
Siklus I
Muhammadiyah
Kelas III
Rabu/ 18 Februari 2015
07.00 -08.45
2.

Siklus II
Muhammadiyah
Kelas III
Rabu/ 25 Februari 2015
07.00 -08.45

3
Siklus III
Muhammadiyah
Kelas III
Rabu/ 04 Maret  2015
07.00 -08.45

B.      Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran
1.  Kelas/ Siswa
                        Dalam Penelitian ini yang penulis gunakan adalah siswa kelas III MI. Muhammadiyah Wonorejo. Adapun jumlah siswa kelas III adalah 14 siswa. Materi kelas III merupakan dasar-dasar  dari materi untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi, supaya mempunyai persiapan yang lebih matang nantinya.
         2.  Karakteristik Siswa SD/MI
a)   Senang bermain
b)   Senang bergerak
c)   Anak senang bekerja dalam kelompok.
d)   Senang merasakan atau melakukan atau meragakan sesuatu secara langsung.


3.  Deskripsi Per Siklus
Dalam bagian ini peneliti menguraikan desain kegiatan pembelajaran menjadi tiga yaitu: Kegiatan Siklus I, Kegiatan siklus II dan Kegiatan siklus III.
BAGAN I : PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS
SIKLUS PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Guru belum menggunakan metode Picture and Picture
Guru menggunakan metode Picture and Picture
Guru menggunakan metode Picture and Picture
Menyebutkan kegunaan uang
Metode Picture and Picture hasil belajar peserta didik meningkat
Kondisi Akhir
Kondisi Awal
Tindakan

Hasil belajar peserta didik rendah
Guru menggunakan metode Picture and Picture
Menyebutkan jenis-jenis uang

 
















4.  Pelaksanaan Persiklus
a.  Siklus I
1)      Rencana
          Menyampaikan tujuan pembelajaran yang merupakan kompetensi yang harus dikuasai siswa hari ini
a)   Menggali pengetahuan awal kemampuan siswa dalam mengetahui ciri lingkunga sehat dan lingkungan tidak sehat.
b)   Siswa menyimak penjelasan guru tentang lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat..
c)   Melalui gambar, siswa dapat menunjukkan ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat..
d)   Secara bergantian, siswa menunjukkan ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat..
2)    Pelaksanaan ( Siklus I )
a)   Memberi appersepsi berupa pertanyaan yang terkait dengan materi yang akan diajarkan.
b)   Menjelaskan materi dengan memberikan penjelasan dan mengajak siswa untuk berkompetisi pada permaianan yang disiapkan guru.
c)   Menyimpulkan  materi pembelajaran
d)   Memberikan pemantapan
e)   Memberikan evaluasi
f)    menganalisis hasil evaluasi
g)   memberikan tindak lanjut ( perbaikan dan pengayaan )
Secara lengkap RPP dan instrumennya dapat dilihat pada lampiran
3)    Pengamatan/ Pengumpulan Data
                 Pengamatan yang  dilakukan pada penelitian ini adalah mengamati siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung yang dilakukan oleh teman sejawat, beliau Bapak Abdul Wahid, S.Pd.I., guru kelas VI MI Muhammadiyah  Wonorejo dengan menyesuaikan instrumen yang telah disiapkan.Adapun Instrumen yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah :
       a)    Lembar Tugas siswa atau evaluasi/ Tes.
                        Dari lembar pengamatan diatas disebabkan antara lain:
1.   Penanaman konsep mengidentifikasi soal tentang lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat kurang dapat diterima.
2.   Metode yang digunakan kurang tepat.
3.   Guru kurang menguasai siswa dalam pembelajaran
4.   Penjelasan guru terlalu cepat.
              b)    Lembar Observasi
                                           Dimaksudkan untuk mengamati selama proses pembelajaran berlangsung, baik itu guru maupun siswa. Pengamatan pada tingkah laku siswa dilakukan oleh supervisor. Temuan – temuan tingkah laku yang diamati dijadikan untuk melakukan perbaikan selanjutnya.
       4)    Refleksi
                                    Dalam pembelajaran awal, diperoleh nilai yang kurang memuaskan. Dari 14 siswa yang menguasai materi pembelajaran mencapai ketuntasan (nilai 70 keatas) ada 5 siswa ( 35% ). Sedangkan yang belum mencapai ketuntasan (nilai kurang dari 70) ada 9 siswa (65%). Nilai rata-rata hanya  67,5. Karena hasil yang dicapai siswa yang relatif rendah, guru harus melakukan perbaikan pembelajaran, agar siswa dapat memperoleh nilai yang lebih bagus. Sebab pada pembelajaran pertama kurang berhasil.
Kelebihan – kelebihan  :
a)   Guru dapat  menggunakan metode  diskusi dan ceramah yang di padu dengan tanya jawab memberikan suasana pembelajaran yang lebih serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali pengetahuan.
 Kelemahan – kelemahan  :
a)   Guru kurang memberikan motivasi dengan baik pada siswa.
b)   Alokasi waktu tidak dipergunakan dengan baik.
c)   Dalam pelaksanaan pembelajaran guru tidak menggunakan alat peraga.
b.    Siklus II
       1)  Rencana
                                 Skenario Perbaikan pembelajaran I
a)   Menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran
b)   Guru membuat suasana lebih menarik.
c)   Guru menggunakan gambar-gambar
d)   Siswa dapat  menyebutkan jenis-jenis uang dan kegunaannya
e)   Siswa secara bergantian adu cepat menyebutkan ciri-ciri uang kertas dan uang logam
f)    Siswa mengerjakan lembar evaluasi
g)   Bersama-sama membahas lembar evaluasi dan menyimpulkan materi.
Secara lengkap RPP dan instrumennya dapat dilihat pada lampiran
2) Pelaksanaan
a)   Memberi apersepsi berupa pertanyaan yang terkait dengan materi yang akan diajarkan.
b)   Menjelaskan materi dengan memberikan penjelasan dan mengajak siswa untuk berkompetisi pada permaianan yang disiapkan guru.
c)   Memberikan lembar kerja siswa.
d)   Membahas lembar kerja  siswa.
e)   Menyimpulkan  materi pembelajaran
f)    Memberikan pemantapan
g)   Memberikan evaluasi
h)   menganalisis hasil evaluasi
i)    memberikan tindak lanjut ( perbaikan dan pengayaan )
Secara lengkap RPP dan instrumennya dapat dilihat pada lampiran
       3) Pengamatan  / Pengumpulan Data
a)   Lembar Tugas siswa atau evaluasi/ Tes
     Lembar evaluasi/ test formatif digunakan guru untuk mengukur daya     serap siswa setelah pembelajaran dilaksanakan.
b)   Lembar Observasi
Dimaksudkan untuk mengamati selama proses pembelajaran berlangsung, baik itu guru maupun siswa.
       4)  Refleksi
                                 Pada perbaikan pembelajaran II ( siklus II ) menunjukkan nilai siswa mengalami peningkatan. Dari 14 siswa yang menguasai materi pembelajaran mencapai ketuntasan (nilai 70 keatas ) ada 10 siswa ( 71 % ). Sedangkan yang belum mencapai tingkat ketuntasan (nilai kurang dari 70 ) ada 4 siswa ( 29% ). Meskipun hasil tes formatif naik, namun kenaikannya masih belum maksimal, masih banyak anak yang mendapat nilai di bawah 70 karena itu, guru masih perlu melakukan perbaikan pembelajaran.
                       Kelebihan – kelebihan  :
a)   Dengan model pembelajaran Picture and Picture siswa dapat mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan  yang dimiliki untuk memahami materi.
b)   Dalam pembelajaran guru memakai media pembejaran dengan jelas    sehingga siswa mampu memahami materi dengan benar.
            Kelemahan - kelemahan  :
a)   Sebagian siswa kurang mampu mengeksplorasi materi pelajaran.
b)   Pengaturan waktu yang kurang evisien.
c.    Siklus III
1)  Rencana
                           Guru menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran
a)   Siswa disuruh menyebutkan  ciri-ciri uang kertas dan uang logam
b)   Siswa melakukan permainan perbedaan ciri-ciri uang kertas dan uang logam
c)   Secara berkelompok siswa saling berkompetisi tentang jenis-jenis uang dengan media gambar yang disediakan guru.
d)   Siswa diberi kesempatan bertanya.
e)   Guru memberi lember kerja.
f)    Guru membimbing siswa mengerjakan lembar kerja.
g)   Bersama-sama membahas lks dan menyimpulkan materi.
Secara lengkap RPP dan instrumennya dapat dilihat pada lampiran
       2)  Pelaksanaan
a)   Memberi appersepsi materi berupa pertanyaan yang terkait dengan materi yang akan diajarkan.
b)   Menjelaskan materi dengan memberikan penjelasan dan mengajak siswa untuk memperhatikan gambar gambar.
c)   Memberikan lembar kerja siswa.
d)   Membahas lembar kerja  siswa.
e)   Menyimpulkan  materi pembelajaran
f)    Memberikan pemantapan
g)   Memberikan evaluasi
h)   Menganalisis hasil evaluasi
i)    memberikan tindak lanjut ( perbaikan dan pengayaan )
Secara lengkap RPP dan instrumennya dapat dilihat pada lampiran
     3)  Pengamatan/ Pengumpulan Data
a)   Lembar Tugas siswa atau evaluasi / Tes
Lembar evaluasi/ test formatif digunakan guru untuk mengukur daya serap siswa setelah pembelajaran dilaksanakan.
            b) Lembar Observasi
Dimaksudkan untuk mengamati selama proses pembelajaran berlangsung, baik itu guru maupun siswa.
4)  Refleksi
Pada perbaikan pembelajaran III ( siklus III ), nilai yang dicapai siswa menunjukkan peningkatan lagi. Dari 14 siswa yang mencapai ketuntasan (nilai 70 keatas) ada 11 siswa ( 78 % ) rata-rata menjadi 80. Disini sudah banyak siswa yang mendapat nilai lebih dari 70. Jadi guru sudah tidak perlu lagi mengulang pembelajaran.
                               Kelebihan – kelebihan  :
a)   Dengan metode Picture and Picture anak lebih konsentrasi memperhatikan pelajaran yang dibahas.
b)   Suasana kelas lebih menyenangkan.
                  Kelemahan – kelemahan    : 
a)   Bagi siswa yang pemalu akan sulit mengemukakan pendapat atau bertanya.
C.      Tehnik Analisa Data
1.  Tehnik Pengumpulan Data
a)   Dokumentasi
b)   Tes
         2.  Analisis Data
               Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu:
a)   Menilai tes formatif
Rata-rata Nilai Siswa
Rata =
∑ x
∑ n

Keterangan
∑ x = Jumlah Nilai Siswa
∑ n = Jumlah Siswa

I.   Skor Maksimal   5 X 1 =   5
II. Skor Maksimal    5 X 3 = 15

Skor  Maksimal perolehan siswa  = I  + II  ( 5 + 15 = 20 )
Nilai perolehan siswa                  = 20   = 10
     2
b)   Ketuntasan belajar
         Dinyatakan tuntas belajar bila dikelas tersebut telah mencapai 75% dari KKM. Untuk menghitung prosentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut  :
     Hasil perhitungan dikonsultasikan dengan Kriteria Ketuntasan   Minimal (KKM) belajar yang dikelompokkan kedalam 2 kategori yaitu tuntas dan tidak tuntas sebagai berikut:   
Tabel 3.2
      Kriteria Ketuntasan Minimal Belajar
Kriteria ketuntasan
Kualifikasi
≥70
Tuntas
<70
Tidak Tuntas
                           (Depdikbud. 2007: 11)

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.      Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran
1.   Siklus I
Tabel 4.1
Data Hasil Belajar Siswa Siklus I
No.
Nama Siswa
Hasil Yang Dicapai
Nilai
Keterangan Nilai
     1.   
Ahmad Nadhim Muhibbudin
65
Tidak Tuntas
     2.   
Attala Insyira Irania Maharani
95
Tuntas
     3.   
Fawwaz Haidar Ali
85
Tuntas
     4.   
Gilang Arya Ramadhan
60
Tidak Tuntas
     5.   
Koka Ipo Repedeso
60
Tidak Tuntas
     6.   
Lutfi Khoirurriza
60
Tidak Tuntas
     7.   
Misbahul Hasan
75
Tuntas
     8.   
Muhammad Usman Al Affan
65
Tidak Tuntas
     9.   
Muhammad Usman Al Affin
45
Tidak Tuntas
  10.   
Nazmi Davian Al Atif
95
Tuntas
  11.   
Septi Atma Pangastuti
65
Tidak Tuntas
  12.   
Siti Ponipah
45
Tidak Tuntas
  13.   
Gempur  Sulthona
85
Tuntas
  14.   
Tegar Fisabililah
45
Tidak Tuntas

Rata-rata
67,5
KKM = 70

Persentase Ketuntasan
35 %


Tabel  4.2
Rekapitulasi  Hasil Tes Formatif Pembelajaran Siklus I
No
Rentang Nilai
Banyak Siswa
1
0- 39
0
2
40-49
3
3
50-59
0
4
60-69
6
5
70-79
1
6
80-89
2
7
90-99
2
8
100
0
Jumlah
14

Tabel 4.3
Persentase Hasil Tes Formatif  Pembelajaran Siklus I
Nilai
0-3
4
5
6
7
8
9
10
Jml siswa
Tuntas
Belum Tuntas
Jml
Nilai
rata rata
Byk siswa
%
Byk siswa
%
Byk siswa
0
3
0
6
1
2
2
-
14
9
64
5
36
977
69








Grafik 4.1
Data Siswa Yang Memperoleh Nilai Pada Siklus I
Berdasarkan tabel 4.1 dan Grafik 4.1 menunjukkan bahwa hasil belajar siswa Kelas III MI Muhammadiyah Wonorejo pada Siklus I  mencapai rata-rata 67,5, dengan rincian dari 14 siswa, yang nilanya tuntas hanya 2 siswa yang mendapat nilai 90, ada 2 siswa yang mendapat nilai 80, ada 1 siswa yang mendapat nilai 70, kemudian yang tidak tuntas ada 6 siswa mendapat nilai 60, ada 3 siswa mendapat nilai 40, jadi persentase ketuntasan siswa 35 %, dan yang tidak tuntas sebanyak 65 % siswa, sehingga dapat dikatagorikan masih belum memuaskan.
2.    Siklus II
  Dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada Siklus II pada siswa Kelas III MI Muhammadiyah Wonorejo, dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.4
Data Hasil Belajar Siswa Siklus II
No.
Nama Siswa
Hasil Yang Dicapai
Nilai
Keterangan Nilai
1
Ahmad Nadhim Muhibbudin
95
Tuntas
2
Attala Insyira Irania Maharani
80
Tuntas
3
Fawwaz Haidar Ali
100
Tuntas
4
Gilang Arya Ramadhan
80
Tuntas
5
Koka Ipo Repedeso
80
Tuntas
6
Lutfi Khoirurriza
45
Tidak Tuntas
7
Misbahul Hasan
75
Tuntas
8
Muhammad Usman Al Affan
65
Tidak Tuntas
9
Muhammad Usman Al Affin
45
 Tidak Tuntas
10
Nazmi Davian Al Atif
95
Tuntas
11
Septi Atma Pangastuti
80
Tuntas
12
Siti Ponipah
95
Tuntas
13
Gempur  Sulthona
80
Tuntas
14
Tegar Fisabililah
50
 Tidak Tuntas

Rata-rata
76
KKM = 70

Persentase Ketuntasan
71 %


Tabel  4.5
Rekapitulasi  Hasil Tes Formatif Pembelajaran Siklus II
No
Rentang Nilai
Banyak Siswa
1
0- 39
0
2
40-49
2
3
50-59
1
4
60-69
1
5
70-79
1
6
80-89
5
7
90-99
3
8
100
1
Jumlah
14

Tabel 4.6
Persentase Hasil Tes Formatif  Pembelajaran Siklus II
Nilai
0-3
4
5
6
7
8
9
10
Jml siswa
Tuntas
Belum Tuntas
Jml
Nilai
rata rata
Byk siswa
%
Byk siswa
%
Byk siswa
0
2
1
1
1
5
3
1
14
10
71
4
29
1.065
76




Grafik 4.2
Data Siswa Yang Memperoleh Nilai Pada Siklus II
Berdasarkan tabel 4.4 dan Grafik 4.2 menunjukkan bahwa hasil belajar siswa Kelas III MI Muhammadiyah Wonorejo pada Siklus II  mencapai rata-rata 76, dengan rincian dari 14 siswa, yang nilanya tuntas hanya 1 siswa yang mendapat nilai 100, 3 siswa yang mendapat nilai 90, ada 5 siswa yang mendapat nilai 80, ada 1 siswa yang mendapat nilai 70, kemudian yang tidak tuntas ada 1 siswa mendapat nilai 60, ada 1 siswa mendapat nilai 50, dan ada 2 siswa yang ,mendapat nilai 40, jadi persentase ketuntasan siswa 71 %, dan yang tidak tuntas sebanyak 29 % siswa, sehingga dapat dikatagorikan cukup memuaskan.
3.      Siklus III
Dari pelaksanaan kegiatan pembalajaran pada  Siklus III (ketiga) pada siswa Kelas III MI Muhmmdiyah Wonorejo, dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.7
Data Hasil Belajar Siswa  Siklus III
No.
Nama Siswa
Hasil Yang Dicapai
Nilai
Keterangan Nilai
       1.           
Ahmad Nadhim Muhibbudin
100
Tuntas
     2.   
Attala Insyira Irania Maharani
80
Tuntas
     3.   
Fawwaz Haidar Ali
100
Tuntas
     4.   
Gilang Arya Ramadhan
80
Tuntas
     5.   
Koka Ipo Repedeso
60
Tidak Tuntas
     6.   
Lutfi Khoirurriza
60
Tidak Tuntas
     7.   
Misbahul Hasan
80
Tuntas
     8.   
Muhammad Usman Al Affan
60
Tidak Tuntas
     9.   
Muhammad Usman Al Affin
75
Tuntas
  10.   
Nazmi Davian Al Atif
85
Tuntas
  11.   
Septi Atma Pangastuti
100
Tuntas
  12.   
Siti Ponipah
75
Tuntas
  13.   
Gempur  Sulthona
95
 Tuntas
  14.   
Tegar Fisabililah
80
 Tuntas

Rata-rata
80
KKM = 70

Persentase Ketuntasan
78%


Tabel  4.8
Rekapitulasi  Hasil Tes Formatif Pembelajaran Siklus III
No
Rentang Nilai
Banyak Siswa
1
0- 39
-
2
40-49
-
3
50-59
-
4
60-69
3
5
70-79
2
6
80-89
5
7
90-99
1
8
100
3
Jumlah
14

Tabel 4.9
Persentase Hasil Tes Formatif  Pembelajaran Siklus III
Nilai
0-3
4
5
6
7
8
9
10
Jml siswa
Tuntas
Belum Tuntas
Jml
Nilai
rata rata
Byk siswa
%
Byk siswa
%
Byk siswa
-
-
-
3
2
5
1
3
14
11
78
3
12
1130
80

Grafik 4.3
Data Siswa Yang Memperoleh Nilai Pada Siklus III
Berdasarkan tabel 4.7 dan Grafik 4.3 menunjukkan bahwa hasil belajar siswa Kelas III MI Muhammadiyah Wonorejo pada Siklus III (ketiga) mencapai rata-rata 80, dengan rincian dari 14 siswa, yang mencapai nilai tuntas ada 3 siswa yang mendapat nilai 100, dan ada 1 siswa lagi mendapat nilai 90, dan ada 5 siswa mendapat nlai 80, ada 2 siswa mendapat nilai 70, masih ada juga nilai yang tidak tuntas yaitu ada 3 siswa mendapat nilai 60, jadi secara keseluruan dari hasil perbaikan pembelajaran pada Siklus III (ketiga) persentase ketuntasan siswa mencapai 80%, sehingga dapat dikatagorikan sangat memuaskan.
Grafik 4.4
Rata-Rata Nilai Tes dan Persentase Tuntas
Prosentase
Siklus I (pertama), II (Dua), dan III (Tiga)
Presentase Ketuntasan
Nilai Rata-Rata
Dari diagram kelihatan pada Siklus I  nilai rata-rata 67,5, dan Persentase Tuntas 35%,   dengan katagori buruk, pada Siklus II  nilai rata-rata 76, dan Persentase Tuntas 71% dapat dikatagorikan cukup, dan pada Siklus III nilai rata-rata 80, dengan Persentase Tuntas mencapai 78%, sehingga dapat dikatagorikan sangat baik.
B.      Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran
1.     Pada Siklus I pembelajaran awal hasil evaluasinya menunjukkan ketidakberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Nilai rata-rata kelas hanya 67,5, yang tuntas hanya 5 dan yang belum tuntas 9 siswa. Tingkat ketuntasan hanya 35 %. Karena itu guru perlu melakukan tindakan perbaikan pembelajaran.
2.     Siklus II, yaitu perbaikan pembelajaran I, guru merubah metode  pembelajaran menggunakan metode Picture and Picture. Dalam kegiatan inti siswa dilibatkan langsung  untuk menjelaskan konsep jenis-jenis uang dan kegunaannya sebuah permainan yang ditentukan dengan bimbingan guru. Ternyata hasilnya mengalami peningkatan dari rata-rata 69 menjadi 76. anak yang sudah tuntas dari 9 menjadi 10, tingkat ketuntasan dari 64% menjadi  71%.
3.     Siklus III, pada perbaikan pembelajaran II, guru mengarahkan pada pemahaman materi jenis-jenis uang dan kegunaannya. Dengan bimbingan guru ternyata siswa mampu mencapi tujuan pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dari hasil nilai formatif yang meningkat dari rata-rata 76 pada perbaikan pembelajaran I, naik menjadi 80. Sedangkan siswa yang tuntas mencapai 11 siswa. Tingkat ketuntasan mencapai 78 %.
Jadi setelah diadakan perbaikan-perbaikkan, kekurangan-kekurangan bisa diatasi dan pembelajaran  dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
Hal-hal yang unik yang muncul pada saat pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial adalah Sebagai berikut :
1.     Siswa terbiasa melihat berbagai jenis-jenis uang kartal tetapi tidak memahami ciri-ciri uang kartal.
2.     Ada beberapa siswa yang masih salah dalam menyebutkan perbedaan ciri-ciri uang kertas dengan uang logam.

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT

A.      Simpulan
Dengan telah selesainya kegiatan perbaikan ini, berdasarkan tahap pelaksanaan mulai dari Siklus I sampai dengan Siklus III. Penulis menarik suatu simpulan :
1.       Pembelajaran dengan menggunakan metode Picture and Picture dapat memudahkan anak untuk menyerap materi pembelajaran sehingga terjadi peningkatan pada hasil pembelajaran.
2.       Dengan metode Picture and Picture ada peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar, terbukti dari rata-rata 67,5 atau prosentase ketuntasan belajar 35% menjadi rata-rata 80% dengan prosentase ketuntasan belajar 78%.
B.      Saran
Berdasarkan simpulan terssebut diatas saran-saran yang dapat penulis ajukan adalah sebagai berikut ;
1.     Guru sebaiknya  mengkolaborasikan beberapa metode pembelajaran supaya pembelajaran lebih aktraktif dan mampu membuat siswa merasakan flow. Terutama pada materi-materi pelajaran yang menjenuhkan.
2.     Guru sebaiknya menggunakan metode pembelajaran dengan metode Picture and Picture agar situasi pembelajaran menjadi lebih kondusif dan menyenangkan.
3.     Agar hasil belajar dapat meningkat secara signifikan, maka guru hendaknya menggunakan metode Picture and Picture
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, Jenis-Jenis Uang dalam Perekonomian-Online (http://ardra.biz/ekonomi-makro/fungsi-jenis-dan-ciri-ciri-dari-uang) diakses pada tanggal 25 Februari 2015.
Anonim, Jenis-Jenis Uang-online (http://id.wikipedia.org/wiki/jenis-jenis) diakses pada tanggal 25 Februari 2015.
Anonim, Pengertian Materi dan Jenis-Jenis Uang-Online         (http://id.wikipedia.org/wiki/Materi) diakses pada tanggal 20 Februari 2015.
Anonim, Pengertian Uang Menurut Para ahli-Online (http://ardra.biz/ekonomi-makro/fungsi-jenis-dan-ciri-ciri-dari-uang) diakses pada tanggal 25 Februari 2015.
Dimyati, dan Mudjiaono, 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan. Praktek, Jakarta: Renika Cipta
Irawan, 1996. Pengertian Aktivitas Hasil Belajar, Jakarta: Renika Cipta.
Sudjana, Nana, 2009. Pengertian Hasil belajar , Jakarta: Prestasi Belajar.
Tim-FKIP UT, 2014. Materi Pokok Pemantapan Kemampuan Profesional    ( PKP ), Tangerang: Universitas Terbuka.
Wardhani, I.G.A.K. dkk, 2007. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Universitas Terbuka.


1 komentar: